Menguak Mitos Kode Rahasia dan Unik Penjual Jamu Gendong



Penjual Jamu Gendong Tradisional di Ibukota Jakarta sudah sangat jarang ditemui. Rata-rata penjual Jamu Gendong adalah seorang wanita, bahkan tak jarang juga yang memiliki paras wajah yang cantik. 

Saat ini penjual jamu Gendong sudah sangat sulit dijumpai di beberapa kota besar seperti di Jakarta, walau terkadang masih ada saja didaerah-daerah terpencil pinggiran Kota. 

Saat ini lebih mudah dijumpai penjual jamu yang sudah mengikuti perkembangan dengan menggunakan sepeda kayuh atau bahkan sepeda motor untuk menjajakan dagangannya. 

Jamu merupakan minuman Tradisonal warisan leluhur Nusantara yang memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Menjaga kondisi stamina tubuh merupakan salah satu manfaat mengkonsumsi minuman Jamu. 

Biasanya penjual Jamu Gendong selalu membawa sejumlah botol yang berisi sejumlah Jamu racikan sendiri (penjual jamu) ataupun racikan pabrik-pabrik besar Produsen Jamu. Biasanya Jamu yang sudah dipastikan mereka Jual adalah Beras Kencur, Kunyit Asem, dan Jahe Manis.

Namun ada sebuah mitos yang menarik yang pernah beredar. Mitos tersebut konon di iyakan oleh beberapa penjual Jamu Gendong. Mitos apakah itu?, Mitos tersebut terkait jumlah botol yang dibawa oleh penjual Jamu Gendong tersebut. 

Dahulu, biasanya perempuan yang menjadi penjual Jamu Gendong akan membawa sejumlah botol yang berisi Jamu, diluar botol lainnya yang ia bawa, dan konon Jumlah botol berisi Jamu tersebut menjadi kode rahasia tentang 'status' perempuan penjual Jamu tersebut. Maksudnya begini, Jika seseorang pria ingin mengetahui status penjual jamu tersebut sudah menikah atau belum, bisa dilihat dari Jumlah botol Jamu yang dibawanya.

Apabila perempuan penjual Jamu tersebut membawa botol berjumlah 5 atau 7 botol dalam bakulnya itu menandakan sang wanita masih status Lajang alias belum menikah. Dan apabila di Bakulnya terdapat 9 Botol tandanya itu sang penjual Jamu statusnya seorang Janda, Maaf. Sedangkan apabila membawa botol berjumlah 8 maka jangan didekati, karena statusnya sudah Bersuami. 

Entah percaya atau tidak, ini berdasarkan penuturan beberapa orang perempuan yang menjadi penjual Jamu Gendong. 

Namun saat ini Jumlah Botol tersebut sudah sangat diabaikan oleh para penjual Jamu Gendong. Mungkin karena mereka sudah beralih menggunakan sepeda kayuh atau sepeda motor, mau bawa 15 botol juga tidak berpengaruh karena gak berat menggendong bakul jamu. Entah benar atau tidak mitos tadi hanya penjual Jamu Gendong lah yang tahu.

Sumbe
Penulis : penulisketjil
Foto : klikbontang/Icha

Aziz Arment

Hidup ini sudah berat, jangan dijadikan semakin berat dengan hal-hal yang tidak bermanfaat.

No comments:

Post a Comment